KMPLHK RANITA

cropped-cropped-Logo-RANITA-01.png
Kelompok Mahasiswa Pencinta Lingkungan Hidup dan Kemanusiaan

Waspada! Fenomena La Nina

Fenomena La Nina yang terjadi di Samudera Pasifik diprediksi akan mengakibatkan anomali cuaca berupa peningkatan curah hujan yang terjadi di Tanah Air. Berdasarkan data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BKMG), prakiraan dampak La Nina terjadi pada akhir 2020 hingga awal tahun 2021. Sebagian besar wilayah Indonesia saat ini sudah memasuki musim hujan sejak Oktober hingga November 2020. Wilayah tersebut meliputi sebagian besar Sumatera, Jawa, Bali, Kalimantan, dan sebagian besar wilayah Sulawesi. Adapun puncak musim hujan diperkirakan umumnya akan terjadi pada Januari dan Februari 2021.

La Nina secara umum dapat dikatakan sebagai fenomena iklim yang berlawanan dengan El Nino atau fenomena iklim pemanasan atau kemarau panjang. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika mengingatkan adanya fenomena La Nina di Samudera Pasifik yang dapat berdampak pada anomali cuaca yang berujung pada bencana hidrometeorologi di Indonesia. Adapun bencana hidrometeorologi yang bisa terjadi yaitu, banjir, longsor dan angin puting beliung. Maka dari itu perlu adanya antisipasi sedini mungkin untuk menghadapi potensi-potensi bencana yang akan terjadi di awal dan di akhir tahun ini.

Berikut ini merupakan tips untuk menghadapi fenomena La Nina atau anomali cuaca ini yaitu, kenali karakteristik kawasan rumah anda, apakah rumah anda berada di wilayah yang dataran tinggi atau dataran rendah serta berada dimana posisi rumah anda di hulu atau di hilir sungai, dengan cara ini anda dapat mengantisipasi seberapa besar dampak dari banjir akibat fenomena la nina yg akan anda hadapi, jika di wilayah yang datarannya rendah atau wilayah yang langganan banjir, cegahlah banjir sedini mungkin seperti, perluasan bendungan air/sungai, selokan dan lainnya yang bisa membuat air mengalir tanpa hambatan agar tidak menggenang di daerah yang bukan semestinya, setiap wilayah (yang langganan banjir) semestinya menyiapkan pompa air guna memepercepat penanganan banjir, mempersiapkan Tas siaga bencana isinya seperti (maknan instan, alat tidur, p3k, air minum, alat komunikasi, senter dll) guna ketika banjir atau longsor datang tidak perlu repot lagi mencari barang yang dibutuhkan saat mengungsi.

Sumber: kompas.com

Ditulis Oleh : Dewi Rochayati

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *