KMPLHK RANITA

cropped-cropped-Logo-RANITA-01.png
Kelompok Mahasiswa Pencinta Lingkungan Hidup dan Kemanusiaan

Bertemu ular? Jangan gegabah, ini yang bisa kita lakukan

Ular adalah tetangga bagi manusia karena ular merupakan binatang liar yang habitatnya paling dekat dengan manusia. Sering kali kita bertemu ular ketika di kebun, sawah, fasilitas umum bahkan di kawasan pemukiman yang notaben nya dipenuhi oleh manusia. Lalu jika bertemu dengan ular apa yang bisa kita lakukan?
Jum’at (6/03) Yayasan Sioux Indonesia pada Kemah Bakti Pecinta Alam Barat Jakarta (PALA BAJA) menjelaskan teknik ketika bertemu ular diantaranya yaitu sebagai berikut:

  1. Stop: stop melakukan pergerakan yang gegabah karena ular mendeteksi gerakan dari lingkungan sekitarnya. Jika kita membuat gerakan, ular bisa menganggapnya sebagai ancaman dan melakukan penyerangan.
  2. Thinking: berpikir secara jernih dan tenang.
  3. Observasi: amati keadaan sekitar, cari jalan keluar dan orang yang bisa membantu.
  4. Planning: rencanakan untuk keluar dari kondisi tersebut dan lakukanlah dengan hati-hati tanpa mengabaikan keselamatan diri sendiri.

Nah, selain itu ada juga beberapa tips agar mengurangi ancaman dari ular:

  1. Jangan pegang ular jika tidak terlatih; tidak paham jenis, spesies, karakter serta bahayanya.
  2. Jangan pelihara ular yang tidak dikenali karakter dan care sheet nya.
  3. Gunakan alat yang tepat jika akan memindahkan ular yang masuk dan mengganggu kita.
  4. Kenali ragam spesies ular yang ada di lingkungan tinggal termasuk rantai makanan, mangsa, habitat dan perilaku biologis nya.
  5. Ajari anak-anak dan anggota keluarga untuk mengenali ular dan melakukan respon awal saat bertemu ular. Ingat ular tidak boleh di pegang.
  6. Perhatikan kebersihan lingkungan. Ular bertelur/menaruh telur di lubang-lubang yang terabaikan. Ular tidak bisa membuat lubang sendiri dan tidak membuat sarang sehingga sangat tergantung pada area-area tersembunyi di sekitar rumah/gedung industri.
  7. Pastikan ular di perlakukan dengan benar mulai dari saat ditemui, proses di tangkap/handling, saat di simpan dan saat akan di lepaskan kembali.
  8. Jika ular tidak bisa dijinakkan maka perlakukan ular sesuai dengan karakter dan bahayanya, hormati kemampuannya yang sebagian berbahaya bagi manusia.
    Lalu jika ternyata terkena gigitan ular ada beberapa hal yang bisa kita lakukan yaitu batasi gerakan pada area gigitan ular bisa di lakukan dengan melakukan pembidaian, jangan mengisap darah bekas gigitan ular, mengidentifikasi jenis ular yang menggigit hal ini akan berkaitan dengan penanganan yang perlu dilakukan karena setiap jenis ular (tidak berbisa, berbisa sedang, dan berbisa tinggi) memiliki penanganan yang berbeda, jangan mengikat area gigitan ular karena bisa mematikan seluruh jaringan tubuh yang diikat, memastikan area gigitan ular tidak lebih tinggi dari jantung, lepaskan aksesoris dan pakaian yang ketat, jangan berikan korban apapun lewat mulut karena beresiko membuat korban tersedak, cari pertolongan medis secepat mungkin serta pastikan korban tetap sadar.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *